KLIKOTO.COM, JAKARTA β Distribusi kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia meningkat dari 136 unit pada 2024 menjadi 5.270 unit pada 2025, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).
PHEV menggabungkan motor listrik dan mesin bensin, dengan baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Teknologi ini memungkinkan kendaraan menggunakan tenaga listrik untuk mobilitas harian sekaligus mempertahankan fleksibilitas mesin konvensional untuk perjalanan jarak jauh.
Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra, mengatakan kemampuan pengisian daya eksternal menjadi pembeda utama PHEV dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), yang baterainya diisi melalui sistem kendaraan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Penggunaan tenaga listrik pada PHEV dapat dioptimalkan melalui pengisian baterai secara rutin. Karena itu, akses pengisian daya, jarak perjalanan harian, dan biaya kepemilikan perlu menjadi pertimbangan konsumen sebelum memilih kendaraan jenis ini.
Salah satu model PHEV di pasar Indonesia adalah DFSK E5 Plus, SUV enam tempat duduk dengan baterai 25,3 kWh. Kendaraan ini memiliki klaim jarak tempuh listrik murni hingga 140 kilometer dan jarak tempuh gabungan hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC.
DFSK E5 Plus juga dilengkapi mode berkendara Force EV, Prefer EV, dan Smart untuk mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan. Jarak tempuh aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi jalan dan penggunaan kendaraan.
(azs)




















Komentar