ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan Jawa–Bali–Lombok Saat Nyepi 2026

Jelang Nyepi, ASDP Tutup Sementara Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

Klikoto

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlikOto.com – Transportasi nasional tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga berjalan selaras dengan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat. Menyambut pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pulau Bali, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menghentikan sementara layanan penyeberangan di lintasan Jawa–Bali dan Lombok sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu.

Penyesuaian operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan transportasi nasional guna menjaga ketertiban serta menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Pulau Bali.

Penghentian sementara operasional ini dilaksanakan berdasarkan surat pengaturan operasional penyeberangan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang mengatur penyesuaian layanan transportasi penyeberangan pada saat Hari Raya Nyepi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasional penyeberangan dihentikan sementara di Pelabuhan Ketapang mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB, di Pelabuhan Gilimanuk pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA, di Pelabuhan Lembar pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA, serta di Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa kebijakan penyesuaian operasional ini juga dilakukan karena momentum Nyepi berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan mobilitas masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi pergerakan pada periode 13 hingga 29 Maret.

Pengaturan tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar. “Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ujar Aan.

Baca Juga :  Tips Mobil Pasca Mudik

Selain pengalihan kendaraan, pemerintah juga menetapkan kebijakan delaying system melalui titik buffer zone di jalur tol maupun non-tol serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Optimalkan Layanan

Sejalan dengan kebijakan tersebut, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan tetap optimal untuk menghadapi periode Angkutan Lebaran. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat kesiapan operasional guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Heru.

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi pada periode mudik, ASDP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua Pegunungan.

Selain itu, pada periode Maret hingga April diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa sampai Nusa Tenggara Timur.

Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 hingga 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi.

Baca Juga :  Hino Serahkan Bus 4x4 Pertama untuk Operasional Tambang

Pada Angkutan Lebaran 2026, mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat signifikan. Secara nasional, ASDP memperkirakan total pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan. Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi tumbuh sekitar 10 persen dan kendaraan meningkat 9,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sekitar 9,5 persen pada penumpang dan 8,7 persen pada kendaraan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, ASDP bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk yang akan disiagakan di pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya.

Windy juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.

“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” ujarnya.

Melalui Ferizy, pengguna jasa juga mendapatkan fleksibilitas perjalanan, termasuk fasilitas refund dengan potongan 25 persen serta reschedule dengan potongan 10 persen dari harga tiket, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi cuaca.

Dengan kesiapan operasional yang diperkuat serta dukungan digitalisasi layanan, ASDP berkomitmen menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026. (Oto)

Berita Terkait

MAXUS Buka Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
Polytron G3+ Dukung Mobilitas Atlet di Indonesia Open 2026
VinFast Bangun Ekosistem Mobil Listrik di RI, Pabrik Subang Jadi Kunci Strategi
Dipakai 300 Km, Konsumen Ungkap Fitur Paling Terasa di The All-New Carens
Harga Minyak Naik Gara-gara Konflik Iran, Negara ASEAN Ngebut Kembangkan Mobil Listrik
Berani Target Tinggi! Prabowo Ingin Sedan Listrik Buatan RI Diproduksi Massal 2028
Maxim Beri Santunan Rp6,4 Juta ke Driver Kecelakaan di Tasikmalaya
Hino dan Fuso “Nikah”, Lahir Archion! Siap Guncang Industri Truk Dunia

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:09 WIB

MAXUS Buka Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri

Kamis, 16 April 2026 - 18:00 WIB

Polytron G3+ Dukung Mobilitas Atlet di Indonesia Open 2026

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

VinFast Bangun Ekosistem Mobil Listrik di RI, Pabrik Subang Jadi Kunci Strategi

Selasa, 14 April 2026 - 21:09 WIB

Harga Minyak Naik Gara-gara Konflik Iran, Negara ASEAN Ngebut Kembangkan Mobil Listrik

Selasa, 14 April 2026 - 20:59 WIB

Berani Target Tinggi! Prabowo Ingin Sedan Listrik Buatan RI Diproduksi Massal 2028

Berita Terbaru

Tampak depan Indomobil Plaza Cikarang sebagai lokasi layanan terpadu MAXUS yang menghadirkan konsep one-stop automotive destination.

🛠️ Bengkel & Aftermarket

MAXUS Buka Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri

Jumat, 17 Apr 2026 - 17:09 WIB

Siswa SMK pemenang Maxim Quiz: English Brain Game berpose usai kompetisi di Bandung, Kamis (16/4/2026).

⚙️ Tips & Edukasi

Maxim Gelar English Brain Game di Bandung, 216 Siswa SMK Adu Cepat Jawab

Jumat, 17 Apr 2026 - 07:41 WIB

Jajaran panitia, sponsor, dan atlet berfoto bersama dalam peluncuran Polytron Indonesia Open 2026 yang akan digelar di Istora GBK, Senayan.

✨ Lifestyle

Polytron G3+ Dukung Mobilitas Atlet di Indonesia Open 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 18:00 WIB

Proses perakitan bodi kendaraan listrik di lini produksi pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri mobil listrik di Indonesia.

🚗 Berita Otomotif

VinFast Bangun Ekosistem Mobil Listrik di RI, Pabrik Subang Jadi Kunci Strategi

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:18 WIB

Izin dulu, DM