TANGERANG, KLIKOTO.COM β PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Teknologi tersebut menggabungkan motor listrik dan mesin pembakaran dengan sistem manajemen energi yang bekerja secara otomatis.
Pemaparan teknologi dilakukan melalui Media Tech Auto Talk yang digelar di rangkaian GIIAS 2026, Kamis (6/8/2026). BYD menjelaskan filosofi electric-first yang menjadi dasar pengembangan teknologi Dual Mode.
Dalam konsep tersebut, motor listrik menjadi sumber penggerak utama pada sebagian besar kondisi berkendara. Mesin hybrid kemudian bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi listrik ke baterai atau memberikan tambahan tenaga ke roda saat dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Teknologi Dual Mode dikembangkan dalam tiga pendekatan, yakni DM-i (Dual Mode Intelligent) untuk efisiensi, DM-p (Dual Mode Powerful) untuk performa tinggi, dan DMO (Dual Mode Off-road) untuk kemampuan melintasi berbagai medan.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan teknologi Dual Mode telah berkembang hingga generasi kelima atau DM 5.0 sejak pertama diperkenalkan pada 2008.
βPengalaman tersebut menjadi fondasi kami dalam menghadirkan solusi elektrifikasi yang mampu menjawab beragam kebutuhan mobilitas,β ujar Luther.
Di Indonesia, teknologi Dual Mode pertama kali diterapkan melalui BYD M6 DM. Menurut BYD, model tersebut telah mencatat lebih dari 4.000 pemesanan sejak diperkenalkan.
DM-i Utamakan Efisiensi
Platform DM-i dirancang untuk pengguna yang mengutamakan efisiensi energi dan kenyamanan dalam mobilitas sehari-hari.
Teknologi ini menggabungkan mesin hybrid, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery. Ketiganya bekerja dalam satu sistem untuk menghadirkan karakter berkendara seperti kendaraan listrik sekaligus mempertahankan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
BYD menyebut mesin hybrid 1.5L naturally aspirated yang digunakan memiliki efisiensi termal hingga 46,06 persen. Mesin tersebut menggunakan sejumlah teknologi, antara lain rasio kompresi 16:1, Exhaust Gas Recirculation (EGR), Intelligent Split Cooling Technology, dan algoritma knock control.
Sementara itu, EHS mengintegrasikan motor listrik, kontrol elektronik, single-gear reducer, direct-drive clutch, serta sistem pendingin oli dalam satu unit. Integrasi tersebut diklaim mampu mengurangi bobot dan volume sistem sekitar 30 persen.
Berdasarkan simulasi internal BYD, BYD M6 DM dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh berpotensi mencatat efisiensi hingga 65 km per liter dalam simulasi perjalanan sekitar 150 kilometer.
DM-p Fokus Performa
Berbeda dengan DM-i, platform DM-p dikembangkan untuk menghadirkan performa lebih tinggi.
Sistem ini menggunakan tambahan motor listrik di bagian belakang sehingga menghasilkan konfigurasi All-Wheel Drive (AWD). Motor listrik di roda depan dan belakang memungkinkan distribusi tenaga yang lebih optimal.
Platform DM-p menggunakan mesin hybrid 1.5L turbo yang menghasilkan tenaga maksimum 115 kW atau 156 PS dan torsi 225 Nm. Efisiensi termalnya mencapai 45,3 persen.
Sistem manajemen tenaga bekerja secara otomatis menyesuaikan penggunaan motor listrik dan mesin berdasarkan kondisi jalan serta kebutuhan tenaga.
DMO Siap Hadapi Medan Off-road
Sementara itu, DMO dikembangkan untuk kendaraan yang membutuhkan kemampuan jelajah di berbagai kondisi medan.
Dalam ekosistem BYD Group, teknologi ini diterapkan pada kendaraan premium DENZA, antara lain DENZA B5 dan DENZA B8.
DMO tetap menggunakan pendekatan electric-first dengan motor listrik sebagai penggerak utama. Teknologi ini mengintegrasikan Front Longitudinal Electric Hybrid System (EHS), mesin hybrid longitudinal 1.5L turbo, serta motor belakang.
Arsitekturnya juga dipadukan dengan teknologi Cell-to-Chassis (CTC) dan Hybrid Ladder Frame Body. BYD menyebut struktur tersebut mampu meningkatkan torsional rigidity hingga 38 persen untuk mendukung stabilitas dan pengendalian kendaraan.
DMO turut dilengkapi berbagai mode berkendara, seperti Snow, Sand, Mud, Mountain, Rock, dan Wading Mode.
Diklaim Tekan Biaya Operasional
Selain performa, teknologi Dual Mode juga ditujukan untuk menekan biaya penggunaan kendaraan.
BYD menyebut teknologi DM-i berpotensi menghemat biaya operasional hingga sekitar 60 persen dibandingkan kendaraan konvensional bermesin 1.500 cc pada segmen setara berdasarkan simulasi internal.
Sementara berdasarkan pengujian konsumsi bahan bakar oleh media nasional, efisiensi biaya operasional disebut dapat mencapai sekitar 66 persen.
BYD juga mengklaim biaya perawatan kendaraan DM-i selama tiga tahun pertama berpotensi lebih rendah hingga sekitar 30 persen dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal pada kelas yang sama.
βSeiring berkembangnya kendaraan energi baru, masyarakat kini dihadapkan pada berbagai pilihan teknologi yang masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri. Karena itu, kami percaya inovasi harus berjalan beriringan dengan edukasi,β kata Luther.
Melalui pengembangan DM-i, DM-p, dan DMO, BYD menilai teknologi elektrifikasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, mulai dari efisiensi untuk mobilitas harian, performa tinggi, hingga kemampuan menghadapi medan off-road.
(ads)



















