TANGERANG, KLIKOTO.COM – Toyota belum mau membuka angka Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) setelah 10 hari gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Namun, ada satu sinyal kuat yang disampaikan PT Toyota-Astra Motor (TAM): capaian sementara tahun ini disebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Pada GIIAS tahun lalu, Toyota mengantongi sekitar 4.250 SPK dalam 10 hari. Tahun ini, angka tersebut belum diumumkan karena proses rekapitulasi masih berlangsung.
Direktur Pemasaran PT TAM Bansar Maduma mengatakan, berdasarkan data sementara, animo masyarakat terhadap kendaraan Toyota di GIIAS 2026 menunjukkan peningkatan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
βKalau dilihat sampai kemarin, terlihat peningkatan dibandingkan tahun lalu,β kata Bansar dalam acara apresiasi media di press room Toyota, Tangerang, Banten, Sabtu.
Saat ditanya apakah jumlah SPK Toyota tahun ini sudah masuk kategori ribuan atau bahkan melampaui capaian tahun lalu, Bansar belum memberikan angka pasti.
βUntuk saat ini sebetulnya kami belum bisa menginformasikannya karena kami masih merekap,β ujarnya.
Meski angka total masih dirahasiakan, Bansar memberikan gambaran mengenai respons konsumen terhadap sejumlah model baru Toyota. Salah satunya adalah mobil listrik bZ4X.
Toyota memastikan sudah ada konsumen yang melakukan SPK untuk bZ4X di GIIAS 2026. Namun, jumlahnya belum dapat diungkapkan.
βSPK-nya ada, tapi nanti kami akan informasikan selanjutnya karena kami masih merekap,β kata Bansar.
Respons terhadap bZ4X menjadi perhatian karena Toyota menilai mobil listrik tersebut menawarkan pilihan berbeda bagi konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi dengan karakter adventure.
Hilux BEV Juga Sudah Ada SPK
Bukan hanya bZ4X. Toyota juga mengungkap fakta menarik dari Hilux BEV yang baru diperkenalkan di Indonesia.
Bansar mengatakan, sudah ada konsumen yang melakukan SPK untuk pikap listrik tersebut.
βHilux BEV memang ini sesuatu teknologi yang sangat baru. Sudah ada yang SPK. Kita masih rekap juga,β ujarnya.
Menariknya, peminat Hilux BEV tidak hanya datang dari konsumen perorangan. Sejumlah perusahaan, khususnya dari sektor pertambangan dan perkebunan, disebut mulai mempertimbangkan kendaraan listrik tersebut untuk kebutuhan operasional.
Toyota melihat tren ini berkaitan erat dengan semakin banyaknya perusahaan yang memiliki target net zero emission.
βCukup surprising bahwa ada beberapa perusahaan, terutama perusahaan yang memikirkan atau mempunyai roadmap untuk net zero emission. Mereka mempertimbangkan Hilux BEV ini untuk kegiatan operasional mereka,β kata Bansar.
Padahal, Hilux selama ini identik dengan kendaraan pekerja keras yang digunakan di area perkebunan dan pertambangan. Toyota mengakui, dari sisi karakter penggunaan, teknologi mesin konvensional masih memiliki kecocokan tersendiri.
Namun, kebutuhan perusahaan untuk menekan emisi membuat kendaraan listrik mulai masuk dalam pertimbangan.
βPastinya mereka akan mengarah ke ini, rather than hybrid. Sehingga option itulah yang kita tawarkan ke customer,β ujar Bansar.
Land Cruiser FJ Jadi Parameter Toyota
Model lain yang tak kalah menarik perhatian adalah Land Cruiser FJ.
Toyota belum menyebut berapa banyak konsumen yang telah mendaftarkan minat terhadap SUV tersebut. Perusahaan masih mengumpulkan data dari pengunjung GIIAS.
Bansar mengatakan data tersebut akan digunakan Toyota untuk membaca potensi permintaan Land Cruiser FJ di Indonesia.
βCustomer-customer yang memiliki minat terhadap FJ ini nanti mungkin di akhir bulan akan kami backup, kemudian kami coba menjadikan parameter untuk melihat demand terhadap LC FJ,β katanya.
Artinya, respons pengunjung GIIAS terhadap Land Cruiser FJ akan menjadi salah satu pertimbangan Toyota dalam melihat peluang model tersebut di pasar Indonesia.
Hybrid Land Cruiser Mulai Imbang dengan Diesel
Sementara itu, tren menarik juga muncul dari keluarga Land Cruiser 300.
Untuk varian VXR dan GR Sport, Toyota masih menawarkan pilihan mesin diesel dan hybrid. Berdasarkan perkembangan permintaan sementara, komposisi keduanya mulai mendekati seimbang.
βWalaupun kita belum rekap, secara demand sudah 50-50, hampir 50-50,β ujar Bansar.
Bagi konsumen Land Cruiser, teknologi hybrid ternyata bukan hanya soal efisiensi bahan bakar. Performa menjadi salah satu alasan utama.
βHybrid di Land Cruiser bukan tentang efisiensi, tapi juga performa. Banyak sekali customer Indonesia yang menginginkan performa hybrid yang lebih hebat lagi dibandingkan diesel,β katanya.
Apakah Toyota Akan Lampaui 4.250 SPK?
Pertanyaan terbesar kini adalah apakah Toyota mampu melampaui capaian sekitar 4.250 SPK yang diraih dalam 10 hari GIIAS tahun lalu.
Toyota belum memberikan jawabannya.
Namun, sinyal yang diberikan Bansar cukup jelas: animo sementara tahun ini disebut lebih tinggi.
Dengan masih adanya satu hari penyelenggaraan, Toyota berharap capaian akhir GIIAS 2026 dapat melampaui hasil tahun sebelumnya.
βKita harapkan sampai akhir GIIAS besok hasilnya lebih meningkat dibandingkan sebelumnya,β tutur Bansar.
Jika tren tersebut bertahan hingga hari terakhir, angka final SPK Toyota GIIAS 2026 akan menjadi salah satu data yang paling ditunggu, terutama untuk melihat seberapa besar perubahan minat konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi.
Bukan hanya soal berapa banyak mobil yang terjual, tetapi juga apakah mobil listrik seperti bZ4X dan Hilux BEV mulai mendapatkan tempat di tengah dominasi kendaraan konvensional di pasar Indonesia.
(azs)



















