Kisah Ati Soetji, Perempuan Majalengka yang Melawan Perdagangan Manusia

Perjuangan Ati Soetji Melawan Perdagangan Manusia

AZIZ KAHFI

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💵 Kerjasama Kolaborasi KlikOto.com
Hubungi Kami !

Jajaran pemain, kru produksi, dan tim Regina Art berfoto bersama saat konferensi pers pertunjukan teater Njonja Ati Soetji di The Forest at The Veranda, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Pementasan ini mengangkat kisah perjuangan Njonja Ati Soetji melawan perdagangan manusia pada masa Hindia Belanda.

i

Jajaran pemain, kru produksi, dan tim Regina Art berfoto bersama saat konferensi pers pertunjukan teater Njonja Ati Soetji di The Forest at The Veranda, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Pementasan ini mengangkat kisah perjuangan Njonja Ati Soetji melawan perdagangan manusia pada masa Hindia Belanda.

KLIKOTO.COM, JAKARTA – Di tengah maraknya eksploitasi perempuan dan anak-anak pada masa Hindia Belanda, Njonja Ati Soetji atau Auw Tjoei Lan memilih untuk tidak tinggal diam. Perempuan keturunan Tionghoa asal Majalengka, Jawa Barat, itu turun tangan menyelamatkan mereka yang terjerat perdagangan manusia dan prostitusi.

Kisah perjuangan tersebut kini diangkat Regina Art ke atas panggung teater. Melalui pementasan ini, rumah produksi seni tersebut berupaya memperkenalkan kembali sosok Ati Soetji, perempuan yang mengabdikan hidupnya untuk perlindungan dan pendidikan bagi kelompok rentan.

Rencana pementasan diperkenalkan dalam konferensi pers di The Forest at The Veranda, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendiri Regina Art, Joane Win, dipercaya memerankan tokoh Ati Soetji sekaligus bertindak sebagai produser eksekutif. Pementasan ini disutradarai Wawan Sofwan dengan naskah yang ditulis Endah D. Jenura.

Sejumlah seniman turut terlibat, di antaranya Maudy Koesnaedi sebagai Sayap Hitam, Tika Bravani sebagai Noona Kneefel, dan Lutfi Ardiansyah sebagai Jirrin.

Baca Juga :  GWM Wey G9 Hi4 Resmi Diperkenalkan di BCA Expo 2026, Harga Mulai Rp1,15 Miliar

Pemeran lainnya meliputi Chloe Gerry sebagai Suyun, Willem Bievers sebagai Van Walsem, Jim Lim sebagai Seng Hoe, Haikal Mubarok sebagai Tuan Lie, Andri Surawan sebagai Buron, serta Andi Solohin sebagai Jagal.

Wakil Ketua Yayasan Hati Suci, Wenny, menilai pengangkatan kisah Ati Soetji menjadi pertunjukan teater merupakan langkah penting untuk mengenalkan sejarah perjuangan kemanusiaan yang belum banyak diketahui masyarakat.

“Ini memang untold story. Sebenarnya, beliau calon pahlawan nasional. Pada 1914, beliau membuat rumah singgah untuk perlindungan dan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Pada zaman Hindia Belanda, banyak terjadi eksploitasi sehingga perlindungan seperti ini sangat dibutuhkan,” kata Wenny.

Menurut Wenny, perjuangan Ati Soetji menyimpan nilai yang tetap relevan hingga sekarang. Keberanian perempuan untuk mengambil tindakan nyata, misalnya, menjadi salah satu pelajaran penting dari kiprahnya.

Selain itu, kepedulian terhadap sesama tidak cukup berhenti pada rasa iba. Kepedulian perlu diwujudkan melalui tindakan, pengorbanan, dan pendampingan agar mereka yang membutuhkan perlindungan dapat membangun kehidupan yang mandiri.

Baca Juga :  Promo Ramadan Piaggio Indonesia 2026: Diskon Hingga Rp 12 Juta untuk Vespa dan Aprilia

Nilai lainnya adalah pentingnya mewariskan semangat perjuangan dan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Penulis naskah, Endah D. Jenura, juga menyoroti hubungan antara kemampuan seseorang dan tanggung jawab sosial terhadap sesama. Menurut dia, status sosial maupun materi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu orang lain.

Prinsip tersebut tercermin dalam perjalanan Ati Soetji. Meski merupakan istri seorang tokoh masyarakat Tionghoa bergelar kapitan, ia tidak sekadar berada di balik status sosialnya, tetapi mengambil tindakan untuk menyelamatkan perempuan dari perdagangan manusia.

Melalui pementasan ini, Regina Art berharap kisah Ati Soetji tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Keberaniannya diharapkan menjadi inspirasi untuk membangun solidaritas sosial sekaligus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari eksploitasi serta perdagangan manusia.

Pementasan tersebut mendapat dukungan dari Ciputra Artpreneur, BFI Finance, Alcester, Regina Realty, Sariayu Martha Tilaar, dan Le Minerale.

 

(*)

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Kisah Ati Soetji, Perempuan Majalengka yang Melawan Perdagangan Manusia

Berita Terbaru

Jajaran pemain, kru produksi, dan tim Regina Art berfoto bersama saat konferensi pers pertunjukan teater Njonja Ati Soetji di The Forest at The Veranda, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Pementasan ini mengangkat kisah perjuangan Njonja Ati Soetji melawan perdagangan manusia pada masa Hindia Belanda.

🎬 Entertainment

Kisah Ati Soetji, Perempuan Majalengka yang Melawan Perdagangan Manusia

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:16 WIB

Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor Ferdianto Budiono bersama President Director PT Honda Prospect Motor Masanao Kataoka berfoto bersama komunitas dan peserta dalam kegiatan Honda Culture Indonesia Night Meet Up di Senayan Park, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

🚗 Berita Otomotif

Honda Culture Indonesia Panaskan Senayan, Siapkan Perayaan Besar November

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:01 WIB

Generasi terbaru SUV listrik ZEEKR 7X yang diperkenalkan dalam debut ZEEKR di Paris Motor Show 2026.

🚗 Berita Otomotif

Pengiriman ZEEKR di Eropa Naik 200%, Targetkan 200 Dealer

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:46 WIB

Peresmian Dealer GWM Jogja ke-20 di Indonesia oleh Inchcape GWM Indonesia bersama PT Amanta Agung Motor di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026).

🛠️ Bengkel & Aftermarket

Perluas Jaringan di DIY, GWM Buka Dealer Baru di Sleman

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:36 WIB