KLIKOTO.COM, JAKARTA β PT Honda Prospect Motor (HPM) terus memperkuat ekosistem komunitas otomotif melalui program Honda Culture Indonesia. Hingga saat ini, Honda memiliki 45 komunitas dengan lebih dari 100 chapter dan 50.000 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor, Ferdianto Budiono, mengatakan Honda Culture Indonesia tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya pengguna kendaraan Honda. Program tersebut juga menjadi wadah untuk membangun budaya otomotif, memperkuat komunitas, serta melibatkan masyarakat secara luas.
Hal itu disampaikan Ferdianto dalam konferensi pers di Danau Sentani, Senayan Park, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ferdianto, terdapat tiga elemen utama yang menjadi landasan Honda Culture Indonesia, yakni kultur, komunitas, dan keterlibatan semua kalangan.
“Kami percaya Honda sudah sangat lama hadir di Indonesia sehingga bisa membangun kultur tersendiri. Karena itu, kultur menjadi salah satu hal penting yang terus kami jaga dan kembangkan,” ujar Ferdianto.
Ia menjelaskan, komunitas menjadi elemen kedua yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya otomotif Honda. Sementara elemen ketiga adalah keterlibatan masyarakat tanpa membatasi latar belakang maupun merek kendaraan.
“Kenapa kami mengusung tema Car Culture Belongs to Everyone? Karena acara seperti ini bukan hanya dibuat untuk teman-teman Honda, tetapi juga untuk semua orang. Kami ingin budaya otomotif bisa dinikmati dan menjadi ruang bersama,” katanya.
Saat ini, ekosistem komunitas Honda di Indonesia telah mencakup 45 komunitas, lebih dari 100 chapter, lebih dari 15 model mobil Honda, serta lebih dari 50.000 anggota.
Ferdianto menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi komunitas yang selama ini aktif menjaga hubungan antarpengguna kendaraan Honda.
“Ini merupakan sesuatu yang kami banggakan. Kami sangat mengapresiasi teman-teman komunitas yang terus menjaga dan mengembangkan aktivitasnya sehingga komunitas Honda bisa terus tumbuh di Indonesia,” ujarnya.
Untuk memperkuat hubungan tersebut, Honda secara rutin menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari aktivitas modifikasi kendaraan, pertemuan komunitas, hingga kegiatan sosial yang melibatkan lingkungan sekitar.
Salah satu program yang mendapat respons positif adalah Honda Culture Indonesia Night Meetup. Sejak Mei hingga September 2026, kegiatan tersebut telah digelar sebanyak lima kali di sejumlah wilayah.
Rangkaian kegiatan dimulai di BSD pada Mei dengan kehadiran lebih dari 270 orang. Selanjutnya, Night Meetup digelar di Kelapa Gading pada Juni dengan sekitar 150 peserta, kemudian di Pantai Indah Kapuk pada Juli yang dihadiri lebih dari 400 orang.
Pada Agustus, kegiatan kembali berlangsung di BSD dengan sekitar 350 peserta. Sementara penyelenggaraan di Bekasi pada September mencatat lebih dari 650 pengunjung.
Dari lima penyelenggaraan tersebut, Honda mencatat lebih dari 1.200 mobil dan 1.800 pengunjung.
Ferdianto mengatakan, peningkatan jumlah peserta dalam setiap penyelenggaraan menunjukkan perkembangan komunitas yang semakin positif.
“Kalau kita melihat dari lima kegiatan yang sudah dilakukan, terlihat pertumbuhan komunitas yang semakin baik. Pesertanya semakin banyak, suasananya semakin meriah, dan antusiasmenya juga terus meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Night Meetup tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan berbincang antarpengguna Honda, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung.
“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya sekadar datang, berkumpul, lalu mengobrol. Kami juga ingin menghadirkan sesuatu yang menyenangkan. Karena itu, ada bazar, food truck, musik, DJ, serta berbagai aktivitas menarik lainnya,” jelas Ferdianto.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga terbuka bagi berbagai kelompok usia. Honda melihat peserta Night Meetup berasal dari generasi yang berbeda, mulai dari anak muda, keluarga yang membawa anak-anak, hingga kalangan yang lebih senior.

“Yang menarik, pengunjung Night Meetup ini berasal dari berbagai generasi. Ada anak muda, anak-anak, sampai mereka yang sudah lebih senior. Artinya, budaya otomotif memang bisa dinikmati oleh semua kalangan,” katanya.
Selain pengembangan komunitas, Honda turut menyampaikan perkembangan respons pasar terhadap dua model yang baru diperkenalkan, yakni Honda Super One dan Honda Prelude.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam presentasi, Honda Super One mencatat sekitar 80 unit terindikasi dengan lebih dari 200 pemesanan. Sementara Honda Prelude mencatat sekitar 140 unit terindikasi dengan lebih dari 400 pemesanan.
Ferdianto mengapresiasi respons masyarakat terhadap kedua model tersebut. Ia menyebut antusiasme konsumen menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan bagi Honda.
“Terima kasih kepada teman-teman media atas dukungannya dalam pemberitaan kedua model ini. Respons dan antusiasme masyarakat luar biasa. Ini tentu menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kami,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Honda juga mengumumkan rencana penyelenggaraan acara lanjutan Honda Culture Indonesia dengan skala lebih besar pada November 2026 di Jakarta.
Mengusung konsep From Night Till Dawn, acara tersebut akan berlangsung sejak malam hingga menjelang pagi. Kegiatan ini disiapkan sebagai kelanjutan dari rangkaian Night Meetup yang telah mendapatkan respons positif dari komunitas.
Ferdianto mengatakan, rencana penyelenggaraan acara besar tersebut sebelumnya telah disampaikan Honda pada Agustus lalu. Saat itu, pihaknya menjanjikan pengumuman lokasi dan jadwal pelaksanaan pada kesempatan berikutnya.
“Pada Agustus lalu kami sempat menyampaikan bahwa Honda akan membuat acara yang lebih besar. Bukan hanya Night Meetup, tetapi sebuah kegiatan yang akan berlangsung dari malam sampai menjelang pagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Honda ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang yang lebih luas bagi komunitas dan masyarakat untuk menikmati budaya otomotif bersama.
“Ini waktunya kita merayakan budaya otomotif bersama. Hari ini kami ingin memberikan informasi mengenai di mana dan kapan kegiatan berikutnya akan diselenggarakan,” tutup Ferdianto.
(ziz)




















Komentar