Kadin Desak Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Mobil Niaga India, Dinilai Ancam Industri Nasional

Kadin Protes Impor 105.000 Mobil Niaga India, Minta Presiden Prabowo Lindungi Industri Otomotif Nasional

Selasa, 24 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)

Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)

Jakarta, KlikOto.com – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) melayangkan protes keras atas rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga dari India senilai Rp24,66 triliun. Organisasi pengusaha tersebut mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera membatalkan kebijakan yang dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional.

Rencana impor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) itu disebut akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Namun Kadin menilai kebijakan tersebut bertolak belakang dengan agenda industrialisasi dan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menegaskan bahwa keputusan mengimpor kendaraan secara utuh dapat mematikan investasi yang sudah terbangun di dalam negeri.

β€œSetelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” ujar Saleh, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga :  Volkswagen ID. Buzz Makin Fungsional, Kini Dibekali SmartDeck untuk Road Trip Keluarga

Menurutnya, industri komponen lokal seperti produsen mesin, ban, aki, hingga sasis akan terdampak signifikan jika pasar dibanjiri produk impor.

Ia menekankan bahwa penguatan produksi komponen dalam negeri menjadi kunci peningkatan nilai tambah industri, kenaikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta penciptaan lapangan kerja.

β€œSemakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian. Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, industri komponen nasional akan tertekan dan agenda hilirisasi dapat melemah,” paparnya.

Dalam keterangannya, Kadin juga menyinggung peran PT Agrinas Pangan Nusantara yang disebut tengah merealisasikan impor kendaraan dari pabrikan India seperti Mahindra dan Tata Motors secara bertahap sepanjang 2026.

Padahal, produsen otomotif yang telah berinvestasi di Indonesia seperti Suzuki, Mitsubishi Motors, Isuzu, dan Toyota memiliki kapasitas produksi pikap nasional lebih dari 400.000 unit per tahun.

Baca Juga :  VinFast Luncurkan Program Trade Gas for Electric, Diskon Mobil dan Motor Listrik Hingga 5%

Kadin memandang kebijakan ini sebagai ancaman serius bagi ekosistem manufaktur yang sedang tumbuh.

β€œMengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh,” tegas Saleh.

Secara regulasi perdagangan, impor mobil CBU memang tidak dilarang. Namun dari perspektif kebijakan industri, langkah tersebut dinilai mencederai semangat kemandirian ekonomi dan industrialisasi nasional.

Kadin juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia agar visi besar Presiden dalam memperkuat industri dalam negeri tidak tergerus oleh kebijakan perdagangan yang terlalu longgar.

β€œSinkronisasi antara Kemendag dan Kemenperin menjadi ujian awal konsistensi pemerintah dalam menjalankan visi industrialisasi,” pungkasnya. (oto)

Sumber Berita: suara.com

Berita Terkait

Geely Gandeng BCA Perkuat Jaringan Diler
SUV Boxy Lagi Jadi Primadona, iCAR V23 Tampil Beda dengan Desain Klasik dan Teknologi Listrik Modern
Kia Seltos Melesat! Penjualan Global Tembus 175 Ribu Unit pada Semester I 2026
GIIAS 2026 Pecahkan Rekor! 65 Merek Otomotif Siap Pamer Mobil-Mobil Baru
Hino Serahkan Bus GB 150 AT Euro4 ke Laskad Trans Palembang
Geely EX5 dan Starray EM-i Tawarkan Biaya Perawatan Murah, Simak Ongkos Operasionalnya
Resmi! Morbidelli T250X Debut di Jakarta Fair 2026, Motor Adventure 250 cc Siap Tantang CRF dan KLX
Buruan! Tiket Presale GIIAS 2026 Mulai Dijual 1 Juli, Diskon 50 Persen dan Kuota Terbatas

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:40

Geely Gandeng BCA Perkuat Jaringan Diler

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:05

SUV Boxy Lagi Jadi Primadona, iCAR V23 Tampil Beda dengan Desain Klasik dan Teknologi Listrik Modern

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:54

Kia Seltos Melesat! Penjualan Global Tembus 175 Ribu Unit pada Semester I 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:58

Hino Serahkan Bus GB 150 AT Euro4 ke Laskad Trans Palembang

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:06

Geely EX5 dan Starray EM-i Tawarkan Biaya Perawatan Murah, Simak Ongkos Operasionalnya

Berita Terbaru

Geely Auto Indonesia dan BCA secara resmi menandatangani kerja sama pembiayaan diler di Jakarta, Senin (13/7/2026). Kemitraan strategis ini menjadi langkah penting Geely dalam mempercepat target pengembangan hingga 80 diler resmi di Indonesia sepanjang 2026.

πŸš— Berita Otomotif

Geely Gandeng BCA Perkuat Jaringan Diler

Kamis, 16 Jul 2026 - 10:40

πŸ’° Promo & Harga Kendaraan

Geely Melejit! Penjualan Global Tembus 1,4 Juta Unit, EX2 Jadi Motor Pertumbuhan di Indonesia

Selasa, 14 Jul 2026 - 23:14

Kia Seltos tampil di booth Kia pada ajang IIMS Surabaya 2026. SUV andalan Kia ini terus memperkuat posisinya di pasar global dengan penjualan lebih dari 175 ribu unit sepanjang semester pertama 2026, berkat kombinasi desain modern, teknologi canggih, dan fitur keselamatan yang lengkap.

πŸš— Berita Otomotif

Kia Seltos Melesat! Penjualan Global Tembus 175 Ribu Unit pada Semester I 2026

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:54