Jakarta, KlikOto.comΒ β Tingginya angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Data global menunjukkan sekitar 94 persen kecelakaan terjadi akibat faktor human error. Kondisi ini mendorong pengembangan teknologi keselamatan aktif pada kendaraan modern, salah satunya Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Dalam keterangan resminya, Selasa (3/3), Bosch Mobility Indonesia menjelaskan bahwa ADAS dirancang sebagai sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut untuk meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya.
Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan sensor, radar, serta kamera canggih guna membantu pengemudi menghadapi berbagai situasi lalu lintas yang dinamis dan kompleks.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Minimalkan Risiko Blind Spot dan Keterlambatan Respons
Salah satu fitur unggulan ADAS adalah blind spot detection. Fitur ini mampu memberikan notifikasi dini saat terdapat kendaraan di area yang sulit terlihat oleh pengemudi.
Dengan adanya peringatan tersebut, pengemudi memiliki waktu tambahan untuk memastikan manuver berpindah jalur dilakukan secara aman. Sistem ini dinilai efektif dalam mengurangi potensi kecelakaan akibat titik buta (blind spot).
Tak hanya memberikan peringatan, ADAS juga membantu menciptakan gaya berkendara yang lebih stabil dan konsisten. Sistem membaca kondisi sekitar secara real-time, lalu membantu pengemudi menyesuaikan kecepatan serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Hasilnya, risiko akselerasi maupun pengereman mendadak dapat ditekan.
βBagi Bosch, inovasi dalam teknologi keselamatan dirancang untuk membantu pengemudi dalam menghadapi berbagai situasi jalan melalui sistem yang adaptif, presisi, dan andal. Dengan pendekatan ini, teknologi berfungsi sebagai lapisan mitigasi risiko yang efektif,β ujar Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia, Bernard Simanjuntak.
Teknologi Pendukung, Bukan Pengganti Pengemudi
Meski dilengkapi teknologi canggih, Bernard menegaskan bahwa ADAS bukanlah sistem otonom penuh yang menggantikan peran manusia. Pengemudi tetap menjadi faktor utama dalam keselamatan berkendara.
Menurutnya, pengembangan ADAS memerlukan proses penelitian dan pengujian mendalam agar sistem dapat berfungsi optimal sesuai karakteristik jalan dan perilaku lalu lintas di masing-masing negara.
βPengembangan ADAS memerlukan penelitian dan pengujian mendalam untuk memastikan sistem tersebut bekerja selaras dengan karakteristik jalan di setiap negara. Teknologi memainkan peran integral dalam transformasi menuju sistem transportasi yang lebih cerdas, aman, dan terhubung,β jelas Bernard.
Menuju Transportasi Lebih Aman dan Terhubung
Seiring meningkatnya adopsi fitur keselamatan aktif di kendaraan modern, ADAS diharapkan dapat menjadi mitra terpercaya bagi pengemudi. Tidak hanya membantu mengurangi risiko kecelakaan, teknologi ini juga dinilai berkontribusi dalam membentuk perilaku berkendara yang lebih disiplin dan konsisten.
Di tengah kompleksitas lalu lintas perkotaan, sistem bantuan pengemudi menjadi salah satu fondasi penting dalam transformasi menuju ekosistem transportasi yang lebih cerdas, aman, dan terkoneksi. (*)













