Bosch Mobility Indonesia: ADAS Jadi Solusi Tekan 94 Persen Kecelakaan Akibat Human Error

ADAS Bosch Indonesia, Teknologi Canggih Kurangi Risiko Kecelakaan dan Blind Spot

Klikoto

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, KlikOto.comΒ  – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Data global menunjukkan sekitar 94 persen kecelakaan terjadi akibat faktor human error. Kondisi ini mendorong pengembangan teknologi keselamatan aktif pada kendaraan modern, salah satunya Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).

Dalam keterangan resminya, Selasa (3/3), Bosch Mobility Indonesia menjelaskan bahwa ADAS dirancang sebagai sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut untuk meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya.

Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan sensor, radar, serta kamera canggih guna membantu pengemudi menghadapi berbagai situasi lalu lintas yang dinamis dan kompleks.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minimalkan Risiko Blind Spot dan Keterlambatan Respons

Salah satu fitur unggulan ADAS adalah blind spot detection. Fitur ini mampu memberikan notifikasi dini saat terdapat kendaraan di area yang sulit terlihat oleh pengemudi.

Dengan adanya peringatan tersebut, pengemudi memiliki waktu tambahan untuk memastikan manuver berpindah jalur dilakukan secara aman. Sistem ini dinilai efektif dalam mengurangi potensi kecelakaan akibat titik buta (blind spot).

Baca Juga :  Posko Lebaran Hino 2026 Siaga 24 Jam di 18 Titik Strategis Jalur Mudik

Tak hanya memberikan peringatan, ADAS juga membantu menciptakan gaya berkendara yang lebih stabil dan konsisten. Sistem membaca kondisi sekitar secara real-time, lalu membantu pengemudi menyesuaikan kecepatan serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Hasilnya, risiko akselerasi maupun pengereman mendadak dapat ditekan.

β€œBagi Bosch, inovasi dalam teknologi keselamatan dirancang untuk membantu pengemudi dalam menghadapi berbagai situasi jalan melalui sistem yang adaptif, presisi, dan andal. Dengan pendekatan ini, teknologi berfungsi sebagai lapisan mitigasi risiko yang efektif,” ujar Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia, Bernard Simanjuntak.

Teknologi Pendukung, Bukan Pengganti Pengemudi

Meski dilengkapi teknologi canggih, Bernard menegaskan bahwa ADAS bukanlah sistem otonom penuh yang menggantikan peran manusia. Pengemudi tetap menjadi faktor utama dalam keselamatan berkendara.

Baca Juga :  Bengkel Siaga Mudik Mitsubishi Dibuka di Cikarang, Pemilik Mobil Diimbau Servis Sebelum Lebaran 2026

Menurutnya, pengembangan ADAS memerlukan proses penelitian dan pengujian mendalam agar sistem dapat berfungsi optimal sesuai karakteristik jalan dan perilaku lalu lintas di masing-masing negara.

β€œPengembangan ADAS memerlukan penelitian dan pengujian mendalam untuk memastikan sistem tersebut bekerja selaras dengan karakteristik jalan di setiap negara. Teknologi memainkan peran integral dalam transformasi menuju sistem transportasi yang lebih cerdas, aman, dan terhubung,” jelas Bernard.

Menuju Transportasi Lebih Aman dan Terhubung

Seiring meningkatnya adopsi fitur keselamatan aktif di kendaraan modern, ADAS diharapkan dapat menjadi mitra terpercaya bagi pengemudi. Tidak hanya membantu mengurangi risiko kecelakaan, teknologi ini juga dinilai berkontribusi dalam membentuk perilaku berkendara yang lebih disiplin dan konsisten.

Di tengah kompleksitas lalu lintas perkotaan, sistem bantuan pengemudi menjadi salah satu fondasi penting dalam transformasi menuju ekosistem transportasi yang lebih cerdas, aman, dan terkoneksi. (*)

Berita Terkait

MAXUS Buka Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
Polytron G3+ Dukung Mobilitas Atlet di Indonesia Open 2026
VinFast Bangun Ekosistem Mobil Listrik di RI, Pabrik Subang Jadi Kunci Strategi
Dipakai 300 Km, Konsumen Ungkap Fitur Paling Terasa di The All-New Carens
Harga Minyak Naik Gara-gara Konflik Iran, Negara ASEAN Ngebut Kembangkan Mobil Listrik
Berani Target Tinggi! Prabowo Ingin Sedan Listrik Buatan RI Diproduksi Massal 2028
Maxim Beri Santunan Rp6,4 Juta ke Driver Kecelakaan di Tasikmalaya
Hino dan Fuso β€œNikah”, Lahir Archion! Siap Guncang Industri Truk Dunia

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:09 WIB

MAXUS Buka Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri

Kamis, 16 April 2026 - 18:00 WIB

Polytron G3+ Dukung Mobilitas Atlet di Indonesia Open 2026

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

VinFast Bangun Ekosistem Mobil Listrik di RI, Pabrik Subang Jadi Kunci Strategi

Selasa, 14 April 2026 - 21:09 WIB

Harga Minyak Naik Gara-gara Konflik Iran, Negara ASEAN Ngebut Kembangkan Mobil Listrik

Selasa, 14 April 2026 - 20:59 WIB

Berani Target Tinggi! Prabowo Ingin Sedan Listrik Buatan RI Diproduksi Massal 2028

Berita Terbaru

Tampak depan Indomobil Plaza Cikarang sebagai lokasi layanan terpadu MAXUS yang menghadirkan konsep one-stop automotive destination.

πŸ› οΈ Bengkel & Aftermarket

MAXUS Buka Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri

Jumat, 17 Apr 2026 - 17:09 WIB

Siswa SMK pemenang Maxim Quiz: English Brain Game berpose usai kompetisi di Bandung, Kamis (16/4/2026).

βš™οΈ Tips & Edukasi

Maxim Gelar English Brain Game di Bandung, 216 Siswa SMK Adu Cepat Jawab

Jumat, 17 Apr 2026 - 07:41 WIB

Jajaran panitia, sponsor, dan atlet berfoto bersama dalam peluncuran Polytron Indonesia Open 2026 yang akan digelar di Istora GBK, Senayan.

✨ Lifestyle

Polytron G3+ Dukung Mobilitas Atlet di Indonesia Open 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 18:00 WIB

Proses perakitan bodi kendaraan listrik di lini produksi pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri mobil listrik di Indonesia.

πŸš— Berita Otomotif

VinFast Bangun Ekosistem Mobil Listrik di RI, Pabrik Subang Jadi Kunci Strategi

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:18 WIB

Izin dulu, DM