Jakarta, KlikOto.com β PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melalui lini Mitsubishi Fuso menyoroti pentingnya efisiensi operasional di sektor logistik nasional. Hal ini disampaikan saat diwawancarai awak media di booth Mitsubishi Fuso pada Jumat (10/4/2026), di ajang GIICOMVEC 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran.
Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya menyebut biaya logistik Indonesia yang masih berada di kisaran 14% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya kemacetan yang berdampak pada konsumsi bahan bakar dan produktivitas kendaraan niaga.
Menurutnya, kondisi lalu lintas yang padat membuat ritase kendaraan menurun signifikan dari yang seharusnya 3β4 ritase per hari menjadi hanya satu ritase, sehingga berdampak pada efisiensi operasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, Aji menegaskan bahwa kemacetan bukan satu-satunya faktor. Pemilihan kendaraan yang tidak sesuai kebutuhan serta kualitas unit yang kurang optimal juga turut memengaruhi efisiensi.
βPemilihan kendaraan yang tepat dan kualitas unit sangat menentukan. Jika tidak sesuai, potensi breakdown meningkat dan biaya perawatan menjadi lebih tinggi,β ujar Aji.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Mitsubishi Fuso menghadirkan jaringan layanan purna jual yang luas dengan 225 dealer di seluruh Indonesia yang dilengkapi fasilitas servis.
Selain itu, tersedia layanan bengkel siaga 24 jam untuk meminimalkan downtime serta mobile workshop service yang memungkinkan perawatan dilakukan langsung di lokasi operasional konsumen.
KTB juga memastikan ketersediaan suku cadang melalui jaringan distribusi di berbagai titik strategis. Untuk mendukung efisiensi biaya, tersedia dua pilihan suku cadang, yaitu genuine part dan second genuine part yang diproduksi secara lokal dengan standar Mitsubishi Fuso.
Aji menambahkan, penggunaan suku cadang resmi dinilai lebih efisien dalam jangka panjang dibandingkan komponen imitasi yang cenderung memiliki umur pakai lebih pendek.
Selain itu, KTB juga menawarkan program konsinyasi suku cadang serta kontrak servis untuk memberikan kemudahan dan kepastian biaya perawatan bagi konsumen.
Dalam kesempatan tersebut, aspek keselamatan juga menjadi perhatian, seiring masih adanya kendaraan di pasar yang belum sepenuhnya memenuhi standar regulasi pemerintah.
Dari sisi bisnis, KTB mencatat penjualan suku cadang telah melampaui Rp1,5 triliun pada 2025. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya perawatan kendaraan guna menjaga efisiensi operasional.
Melalui strategi tersebut, Mitsubishi Fuso optimistis dapat mendukung pelaku usaha logistik dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.(oto/ziz)













