Pertamina Geothermal Garap Bisnis Karbon, Potensi Pangkas Emisi 1,5 Juta Ton CO₂e per Tahun

Pertamina Geothermal Garap Bisnis Karbon Panas Bumi, Potensi Pangkas Emisi 1,5 Juta Ton CO2e

AZIZ KAHFI

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Media KlikOto.com

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.

i

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.

Jakarta, KlikOto.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat pengendalian emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) menuju Net Zero Emission pada 2060.

Sebagai perusahaan energi panas bumi terkemuka di Tanah Air, PGE mulai memperkuat pengembangan bisnis karbon berbasis panas bumi. Strategi ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi sektor energi dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon (low-carbon economy) serta membuka peluang nilai tambah melalui pasar karbon domestik dan internasional.

Direktur Utama PGE menilai, potensi energi panas bumi Indonesia tidak hanya berperan sebagai sumber listrik bersih, tetapi juga dapat menghasilkan kredit karbon yang bernilai ekonomi tinggi.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi Pengurangan Emisi 1,5 Juta Ton CO₂e

Saat ini PGE mengelola portofolio proyek karbon berbasis panas bumi dengan estimasi potensi pengurangan emisi sekitar 1,5 juta ton CO₂e per tahun. Proyek-proyek tersebut telah dikembangkan menggunakan berbagai standar nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Diskon Tol Trans Jawa 30 Persen Berlaku Hari Ini, Perjalanan Jakarta–Semarang Bisa Lebih Hemat

Beberapa skema yang digunakan antara lain Clean Development Mechanism (CDM), Gold Standard (GS), serta pendaftaran dalam Sistem Registri Nasional (SRN).

Portofolio tersebut mencakup sejumlah wilayah operasi PGE seperti:

  • Kamojang
  • Karaha
  • Ulubelu
  • Lahendong
  • Lumut Balai

Dengan basis proyek yang telah terverifikasi, PGE memastikan kredit karbon yang dihasilkan memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas lingkungan.

Siap Masuk Pasar Karbon Global

Seiring implementasi mekanisme pasar karbon berdasarkan Pasal 6.4 dalam Paris Agreement, PGE juga mempercepat transisi portofolio proyek karbonnya ke skema tersebut.

Dalam prosesnya, PGE bekerja sama dengan perusahaan konsultan iklim global South Pole. Kedua pihak juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan tahapan transisi.

Pada Maret 2026, pemerintah Indonesia telah mengajukan Persetujuan Negara Tuan Rumah kepada United Nations Framework Convention on Climate Change. Langkah ini menjadi syarat utama untuk komersialisasi kredit karbon panas bumi Indonesia di pasar global.

Baca Juga :  Geely Gandakan Produksi Lokal EX2, Waktu Tunggu Konsumen Kini Hanya Sebulan

Selain itu, PGE dan South Pole juga menandatangani pernyataan optimalisasi pemasaran serta penjualan kredit karbon dari proyek Ulubelu dan Karaha.

Melalui kerja sama tersebut, PGE berpeluang mengomersialisasikan sedikitnya 110.000 tCO₂eq kredit karbon pada tahun 2026.

Dukung Ekonomi Hijau Nasional

PGE memandang penguatan ekosistem ekonomi karbon sebagai faktor penting dalam mencapai target iklim nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar karbon global.

Optimalisasi pemanfaatan panas bumi sebagai energi rendah emisi, dikombinasikan dengan instrumen karbon yang transparan dan terverifikasi, menjadi bagian dari strategi perusahaan ke depan.

Melalui langkah ini, PGE menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, mempercepat transisi energi, serta memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi panas bumi. (Oto/ziz)

Berita Terkait

Bukan Cuma Timnas, Bus Buatan Laksana Ternyata Sudah Mendunia
Geely Bawa DNA Motorsport ke Jalan Raya, Hadirkan Performa dan Keselamatan Berstandar Global
Kia Siapkan 660 Armada untuk Piala Dunia 2026, dari EV9 hingga Carnival
Hino Serahkan 10 Bus RM 280 ABS ke DAMRI untuk Rute Trip 3 Negara
Biaya Logistik RI Masih Tinggi, Pemerintah Target Turun ke 12,5% pada 2029
Hyundai Robot Piala
Diskon Tol Trans Jawa 30 Persen Berlaku Hari Ini, Perjalanan Jakarta–Semarang Bisa Lebih Hemat

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Bukan Cuma Timnas, Bus Buatan Laksana Ternyata Sudah Mendunia

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:41 WIB

Geely Bawa DNA Motorsport ke Jalan Raya, Hadirkan Performa dan Keselamatan Berstandar Global

Senin, 15 Juni 2026 - 15:18 WIB

Kia Siapkan 660 Armada untuk Piala Dunia 2026, dari EV9 hingga Carnival

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:16 WIB

Hino Serahkan 10 Bus RM 280 ABS ke DAMRI untuk Rute Trip 3 Negara

Sabtu, 11 April 2026 - 16:35 WIB

Biaya Logistik RI Masih Tinggi, Pemerintah Target Turun ke 12,5% pada 2029

Berita Terbaru

Booth GS Astra menampilkan beragam produk baterai dan komponen otomotif dalam pameran otomotif. Kehadiran GS Astra menjadi bagian dari portofolio aftermarket Astra Otoparts yang akan dibawa ke Automechanika Jakarta 2026.

🛠️ Bengkel & Aftermarket

Astra Otoparts Bikin Automechanika Jakarta 2026 Memanas, 25 Perusahaan Diboyong Sekaligus!

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:38 WIB

Volkswagen Indonesia menghadirkan program purna jual khusus bagi pemilik Golf, dengan layanan pemeriksaan kendaraan di bengkel resmi serta berbagai keuntungan perawatan.

🛠️ Bengkel & Aftermarket

Promo Kemerdekaan Volkswagen Bikin Pemilik Golf Tersenyum, Ada Garansi Suku Cadang 2 Tahun!

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:23 WIB

Talenta muda Ananda Zayn Neymar bersiap menjalani debut bersama HRI Team Management pada putaran ketiga Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026.

🏁 Motorsport & Event

Neymar Siap Debut Bersama HRI Team Management di MFoS 2026

Jumat, 14 Agu 2026 - 09:56 WIB